Persiapan Menjadi Kadet Sekolah Penerbangan Royhle

menjadi-kadet-sekolah-penerbangan-royhleHilangkan segala keraguan untuk mendaftar di sekolah penerbangan Royhle. Berikut beberapa keistimewaan yang dimiliki sekolah pilot swasta bermarkas di Filipina yang buat kamu semakin yakin bergabung, sbb:

  • Menyediakan program hingga MER, lisensi yang disyaratkan untuk menjadi pilot komersial karena memiliki keahlian menerbangkan pesawat bermesin ganda yang umumnya dipakai oleh pihak airline.
  • Memberikan praktek terbang di bandara komersil Dumaguete, yang hanya memiliki 4 jadwal penerbangan setiap harinya sehingga para kadet tidak perlu antre panjang untuk praktek terbang yang bisa mengakibatkan tidak lulus tepat waktu.
  • Menawarkan durasi pendidikan yang terbilang singkat, sekitar 12 bulan durasi pendidikan yang ditawarkan Royhle kepada para kadetnya guna memperoleh 190 jam terbang aktual & 25 jam simulator.
  • Memiliki alumni di Batik Airline, kualitas lulusannya tidak perlu diragukan terbukti telah ada alumni Royhle yang bergabung di salah satu airline swasta di Indonesia.

Kalau hati & pikiran sudah tertuju pada sekolah pilot Royhle, lakukan persiapan ini jauh hari sebelumĀ  pendaftaran dilakukan agar bisa lolos seleksi. Berikut beberapa persiapannya:

Kesehatan fisik

Selain memiliki berat badan yang proporsional dengan tinggi badan, calon kadet sekolah pilot termasuk Royhle mensyaratkan calon kadet berbadan sehat yang dibuktikan dari hasil tes Medex. Apabila kamu memiliki masalah kesehatan, sepatutnya untuk menanganinya terlebih dahulu. Seperti halnya mengidap rabun atau silinder, kamu bisa lakukan operasi Lasik. Ketika memiliki gigi berlubang, segera lakukan penambalan atau pencabutan (kemudian pasang gigi palsu). Apabila memiliki masalah pada pendengaran, bisa lakukan operasi timpanoplasty. Jika kamu menderita skoliosis (kelainan tulang belakang di mana tulang punggung melengkung ke arah kiri atau kanan), bisa pasang penyanggah atau operasi. Namun, tidak ada kesempatan untuk lolos seleksi jika kamu punya penyakit buta warna, jantung, & epilepsi.

Kecakapan English language

Bukan hanya karena alasan kamu akan sekolah ke luar negeri, melainkan kecakapan dalam bahasa Inggris nyatanya sangat diperlukan ketika kamu menjadi pilot. Sebagaimana diketahui bahwa pilot akan selalu melakukan komunikasi dengan pihak ATC mulai dari take off hingga landing. Tujuannya tidak lain untuk mencapai keselamatan dalam penerbangan. Bahasa yang dipakai oleh pilot dengan pihak ATC diwajibkan menggunakan bahasa Inggris. Agar bisa lolos seleksi Royhle, kamu harus memiliki score TOEIC minimal 400. Kalau kemampuan bahasa Inggris kamu masih terbilang standar, teruslah belajar intensif secara mandiri dengan bantuan buku atau internet.

Dokumen terkait

Siapkan dokumen yang ditawarkan oleh Royhle. Beberapa dokumen tersebut di antaranya SKCK, pas foto terbaru, fotokopi KTP, KK, akta kelahiran, ijazah terakhir. Mengingat akan melakukan penerbangan luar negeri, kamu harus menyiapkan passport. Sudah punya passport? Urus dari sekarang. Berikut dokumen untuk membuat passport: KTP yang masih berlaku, ijazah, akta lahir, KK. Serahkan dokumen ini ke kantor imigrasi untuk memperoleh passport biasa dengan tarif pembuatan sekitar 200 ribu Rupiah (tergantung halaman) atau passport elektronik dengan tarif pembuatannya relatif mahal sekitar 350 ribu Rupiah lebih (tergantung halamannya). Biasanya passport bisa diambil setelah pengambilan foto berikut sidik jari, sekitar 4 atau satu minggu setelah pengajuan berkas.

Fakta Seputar Lisensi Pilot

pilot licenseDi Indonesia sendiri, pilot jadi salah satu profesi yang banyak peminatnya. Kalau ditanya alasannya tidak lain mengingat gaji bulanannya yang cukup fantastis (digadang-gadang sekitar 15 jutaan bisa masuk kantong tiap bulan ketika baru memulai karir) meski memang sesuai dengan resiko tinggi yang selalu dihadapi setiap kali akan melaksanakan tugas. Untuk menjadi pilot tentunya tidak mudah. Harus memiliki lisensi sebelumnya yang bisa didapatkan dengan mengenyam pendidikan di sekolah pilot. Lisensi pilot di sini layaknya SIM untuk pengendara kendaraan bermotor di jalan darat. Bicara mengenai lisensi pilot, berikut beberapa fakta seputar lisensi pilot:

Bisa diambil bertahap

Lisensi pilot terdiri atas beberapa jenis. Lisensi dasar disebut dengan PPL atau Private Pilot License. Pilot yang telah mendapatkan PPL hanya bisa menerbangkan pesawat untuk tujuan pribadi di siang hari tidak diperbolehkan di malam hari. Lisensi selanjutnya adalah CPL atau Commercial Pilot License, lisensi yang bisa membuat pilot diperbolehkan menerbangkan pesawat berpenumpang tapi dengan jarak tempuh yang masih dibatasi. Berikutnya adalah IR atau Instrument Rating, lisensi untuk membuat pilot bisa menerbangkan pesawat baik di siang hari maupun di malam hari. MER atau Multi Engine Rating, lisensi yang membuat pilot diperbolehkan menerbangkan pesawat bermesin ganda yang menjadi rata-rata pesawat di airline. Lisensi ini tidak harus didapatkan sekaligus. Jika punya dana yang terbatas atau di bawah 600 jutaan, lisensi bisa diambil secara bertahap. Akan tetapi, cara ini justru membuat biaya pendidikan jauh lebih mahal.

Lisensi MER lebih mudah diterima kerja

Lisensi MER atau Multi Engine Rating, lisensi yang disarankan untuk diambil. Mengapa? Dengan memiliki lisensi ini berarti memiliki kemampuan menerbangkan pesawat bermesin ganda. Artinya, bakal mudah diterima bekerja di airline mengingat pesawat komersil menggunakan dua mesin. Jelas, airlineĀ  bakal memperhitungkan lulusan sekolah pilot yang telah memiliki MER karena pihak airline tidak perlu mengeluarkan biaya untuk memberikan pendidikan guna mendapatkan MER. Sudah dijelaskan pada poin pertama kalau lisensi pilot bisa diambil secara bertahap. Kalau tidak punya dana mengambil lisensi sampai MER, bisa diambil di kemudian hari. Alternatif lainnya yang bisa dipertimbangkan adalah dengan sekolah pilot di luar negeri misalnya Filipina. Biaya untuk mengambil lisensi PPL, CPL, IR, dan MER hampir setara dengan biaya untuk ambil PPL, CPL, dan IR di Indonesia.

Tambah lisensi = tambah jam terbang = naik pangkat

Semakin bertambah lisensi yang dimiliki, jam terbang yang dimiliki jelas makin bertambah. Jam terbang umumnya dihitung dari berapa jam menerbangkan pesawat sungguhan (penghitungan dimulai saat menghidupkan mesin) serta berapa lama praktek dengan simulator. Masing-masing negara umumnya punya standar jam terbang yang berbeda mengingat masing-masing negara juga punya aturan dari otoritas penerbangan sipil yang berbeda. Misalnya saja, Indonesia menerapkan aturan dari FAA, Australia menerapkan aturan dari CASA, dan Malaysia menerapkan aturan dari EASA. Untuk di Indonesia, lisensi PPL bisa didapatkan jika jam terbang yang dimiliki sudah 40 sampai 60 jam terbang, CPL sekitar 140 jam terbang, dan untuk dapat IR bisa tambah 10 sampai 20 jam terbang lagi setelah CPL. Ini artinya semakin bertambah lisensi, jam terbang pun akan makin banyak. Beriringan dengan itu pula, potensi kenaikan pangkat semakin besar. By the way, kalau ingin jadi pilot profesional dengan gaji hingga 70 jutaan per bulan, bisa tambah jam terbang dengan mengambil lisensi ATPL atau Airline Transport Pilot License.