Ingin Masuk Sekolah Penerbangan? Jangan Lupa 3 Hal Ini

Sekolah PenerbanganMelanjutkan pendidikan di sekolah pilot adalah sebuah jalan untuk memperoleh profesi sebagai seorang penerbang atau pilot dan bisa bekerja di maskapai penerbangan. Dengan gaji yang tinggi berkisar di angka puluhan juta rupiah dan jenjang karir yang oke sangat menjanjikan untuk membuat hidup terasa nyaman. Tidak mengherankan kalau profesi tersebut semakin memikat hati kebanyakan orang. By the way, bila Anda juga tertarik untuk melanjutkan pendidikan di dunia penerbangan, jangan lupa tiga hal di bawah ini:

Memilih sekolah yang berkualitas

Sekolah pilot yang bisa dipilih tidak hanya dalam negeri, tetapi juga luar negeri dengan gaya hidup yang berbeda. Sekolah penerbangan lokal dan luar pada umumnya sama saja, akan tetapi yang membedakan ialah nama baik sekolah. Sekolah yang punya kredibilitas bagus misalnya umur sekolah sudah lama, cadetnya banyak, fasilitasnya lengkap dan mendukung (baik itu asrama, perpustakaan, laboratotium, bandara, maupun pesawat latih), dan bahkan alumninya sudah banyak terserap di dunia kerja, ialah kriteria sekolah penerbangan patut dipilih. Sementara bila reputasi sekolah belum dikenal bagus di dunia penerbangan, ada baiknya cari sekolah lain dengan kriteria di atas karena hal ini bisa mempengaruhi karir dalam dunia kerja.

Menyiapkan fisik, finansial, dan akademik yang bagus

Fisik, finansial, dan akademik adalah tiga aspek penting untuk masuk sekolah pilot. Fisik yang bagus entah itu tinggi ataupun berat badan yang ideal sesuai dengan ketentuan sekolah, kesehatan bagian dalam dan juga luar harus benar-benar dipastikan supaya bisa lulus tes medex. Banyak orang gugur dalam tes ini sehingga tidak bisa mewujudkan impian. Ada baiknya lakukan check up terlebih dahulu dari jauh hari sebelum tes dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan baik-baik saja dan memenuhi syarat. Sekalipun punya masalah kesehatan dapat disiasati dengan baik, contohnya gigi berlubang bisa ditambal. Sementara untuk finansial, tentunya sudah bukan rahasia lagi bahwa sekolah pilot merupakan salah satu sekolah yang terbilang mahal di dunia. Faktanya, dalam jumlah mata uang Indonesia biaya sekolah pilot bisa mencapai 700 hingga 800 juta rupiah. Jadi, harus dengan persiapan dana yang cukup bila tidak ingin pendidikan terhambat.

Begitu pula untuk akademik yang juga akan dilakukan tes ketika masuk sekolah pilot. Hanya ada beberapa orang memenuhi kriteria yang bakal masuk dan diterima di sekolah pilot. Artinya, calon cadet banyak yang gagal dalam mengikut tes akademik karena pengetahuan yang dimiliki kurang maksimal. Adapun bidang pengetahuan yang biasanya di tes adalah bahasa Inggris, matematika, fisika, dan ilmu pengetahuan umum lainnya. Anda bisa ikut kursus untuk memperdalam pengetahuan agar bisa lulus dalam tahap tersebut.

Mentaati peraturan sekolah

Di sekolah pilot memiliki peraturan yang cukup ketat. Bagaimana tidak, para cadet pilot tinggal di asrama jadi pihak sekolah bisa memantau semua kegiatan yang dilakukan oleh cadet. Penting untuk diingat bahwa jangan sekali-kali melanggar peraturan sekolah kalau tidak mau dihukum. Kendatipun untuk pertama kalinya cadet diberikan sangsi yang minim, tapi bukan tidak mungkin akan dikeluarkan dari sekolah apabila larangan yang dilakukan sudah cukup banyak. Oleh karenanya, mentaati peraturan sekolah sebaik mungkin menjadi konsekuensi yang harus diterima oleh cadet pilot agar bisa menjalani pendidikan dengan sukses.

Melanjutkan pendidikan di sekolah pilot memang harus lebih hati-hati, mengingat biaya sekolah yang sangat tinggi tentu bisa rugi kalau tidak memberikan hasil yang memuaskan. Apalagi jika terjebak ke dalam sekolah pilot yang tak punya kemampuan mendukung dalam mencetak para cadet seperti halnya pesawat latih, tentu saja hal ini bisa mempengaruhi keterampilan para cadet dalam terbang.

Fakta Seputar Lisensi Pilot

pilot licenseDi Indonesia sendiri, pilot jadi salah satu profesi yang banyak peminatnya. Kalau ditanya alasannya tidak lain mengingat gaji bulanannya yang cukup fantastis (digadang-gadang sekitar 15 jutaan bisa masuk kantong tiap bulan ketika baru memulai karir) meski memang sesuai dengan resiko tinggi yang selalu dihadapi setiap kali akan melaksanakan tugas. Untuk menjadi pilot tentunya tidak mudah. Harus memiliki lisensi sebelumnya yang bisa didapatkan dengan mengenyam pendidikan di sekolah pilot. Lisensi pilot di sini layaknya SIM untuk pengendara kendaraan bermotor di jalan darat. Bicara mengenai lisensi pilot, berikut beberapa fakta seputar lisensi pilot:

Bisa diambil bertahap

Lisensi pilot terdiri atas beberapa jenis. Lisensi dasar disebut dengan PPL atau Private Pilot License. Pilot yang telah mendapatkan PPL hanya bisa menerbangkan pesawat untuk tujuan pribadi di siang hari tidak diperbolehkan di malam hari. Lisensi selanjutnya adalah CPL atau Commercial Pilot License, lisensi yang bisa membuat pilot diperbolehkan menerbangkan pesawat berpenumpang tapi dengan jarak tempuh yang masih dibatasi. Berikutnya adalah IR atau Instrument Rating, lisensi untuk membuat pilot bisa menerbangkan pesawat baik di siang hari maupun di malam hari. MER atau Multi Engine Rating, lisensi yang membuat pilot diperbolehkan menerbangkan pesawat bermesin ganda yang menjadi rata-rata pesawat di airline. Lisensi ini tidak harus didapatkan sekaligus. Jika punya dana yang terbatas atau di bawah 600 jutaan, lisensi bisa diambil secara bertahap. Akan tetapi, cara ini justru membuat biaya pendidikan jauh lebih mahal.

Lisensi MER lebih mudah diterima kerja

Lisensi MER atau Multi Engine Rating, lisensi yang disarankan untuk diambil. Mengapa? Dengan memiliki lisensi ini berarti memiliki kemampuan menerbangkan pesawat bermesin ganda. Artinya, bakal mudah diterima bekerja di airline mengingat pesawat komersil menggunakan dua mesin. Jelas, airlineĀ  bakal memperhitungkan lulusan sekolah pilot yang telah memiliki MER karena pihak airline tidak perlu mengeluarkan biaya untuk memberikan pendidikan guna mendapatkan MER. Sudah dijelaskan pada poin pertama kalau lisensi pilot bisa diambil secara bertahap. Kalau tidak punya dana mengambil lisensi sampai MER, bisa diambil di kemudian hari. Alternatif lainnya yang bisa dipertimbangkan adalah dengan sekolah pilot di luar negeri misalnya Filipina. Biaya untuk mengambil lisensi PPL, CPL, IR, dan MER hampir setara dengan biaya untuk ambil PPL, CPL, dan IR di Indonesia.

Tambah lisensi = tambah jam terbang = naik pangkat

Semakin bertambah lisensi yang dimiliki, jam terbang yang dimiliki jelas makin bertambah. Jam terbang umumnya dihitung dari berapa jam menerbangkan pesawat sungguhan (penghitungan dimulai saat menghidupkan mesin) serta berapa lama praktek dengan simulator. Masing-masing negara umumnya punya standar jam terbang yang berbeda mengingat masing-masing negara juga punya aturan dari otoritas penerbangan sipil yang berbeda. Misalnya saja, Indonesia menerapkan aturan dari FAA, Australia menerapkan aturan dari CASA, dan Malaysia menerapkan aturan dari EASA. Untuk di Indonesia, lisensi PPL bisa didapatkan jika jam terbang yang dimiliki sudah 40 sampai 60 jam terbang, CPL sekitar 140 jam terbang, dan untuk dapat IR bisa tambah 10 sampai 20 jam terbang lagi setelah CPL. Ini artinya semakin bertambah lisensi, jam terbang pun akan makin banyak. Beriringan dengan itu pula, potensi kenaikan pangkat semakin besar. By the way, kalau ingin jadi pilot profesional dengan gaji hingga 70 jutaan per bulan, bisa tambah jam terbang dengan mengambil lisensi ATPL atau Airline Transport Pilot License.